TEMAN LAMA, JANGAN DILUPAKAN!
Kalau tidak salah, ada salah satu lagu anak-anak dengan lirik berbunyi kalau dapat teman baru, teman lama jangan dilupakan. Seringkali seorang terlena dengan kehidupan baru yang dia jalani, menjalani kehidupan yang tidak mengenal pribadinya sama sekali sebelumnya. Sehingga yang ada seakan dia memakai bedak yang cukup tebal untuk menutupi wajah aslinya.
Hal ini terlintas pula ketika salah satu teman, yang cukup dekat sebelumnya, tiba-tiba memutuskan hubungan pertemanan begitu saja. Memang dengan paras yang menawan dia bisa merekrut jutaan kawan baru lainnya. Namun, apalah artinya jikalau dia tidak mampu menjaga hubungan yang telah dia miliki dengan kawan sebelumnya. Hubungan pertemanan memang bisa meningkat ke arah persahabatan, bahkan jikalau keduanya berlainan jenis dan ada kecocokan bisa berlanjut ke jenjang pernikahan. Namun, hubungan pertemanan juga memiliki potensi permusuhan.
Hubungan pertemanan yang tidak dibangun secara arif, karena alasan letak geografis misalnya, menjadi tidak logis. Dengan era dunia maya yang ada sekarang ini, pertemanan sudah bisa terjalin lewat intenet. Ketika kita mengakses komputer yang terhubung dengan internet, maka kita bisa mencari teman baru maupun teman lama lewat mesin pencari dan sejumlah situs komunitas.
Alasan lain yang menyebabkan pertemanan tidak bisa langgeng adalah tidak sinambungnya alam pemikiran yang dimiliki oleh hubungan pertemanan tersebut. Lalu, kedua pihak ini berpisah dengan alasan ketidak cocokan tersebut. Ketidak dewasaan sikap yang ditunjukkan oleh pribadi seperti ini makin tampak mengental manakala seharusnya dengan adanya perbedaan tersebut maka antar individu bisa saling mengisi.
Betapa banyaknya teman yang kita miliki, mulai dari teman masa kecil, sekolah, kuliah, organisasi, kenal di jalan, dan banyak lagi. Jikalau kita hendak menginventaris kesemuanya, maka buku alamat yang kita miliki tidak akan cukup untuk menampungnya. Namun, masihkah hubungan pertemanan itu bertahan sampai kini?
Karena perbedaan dunia yang dijalani begitu kontrasnya antar teman tersebut, maka seseorang mengambil keputusan untuk memutuskan hubungan. Sebegitu teganya seseorang memutus tali silaturahmi. Kecocokan antara kedua teman adalah masalah kedewasaan dan kebijaksanaan. Menerima kelemahan dan menghargai kelebihan seseorang, merupakan salah satu prinsipnya. Saling memberi dan menerima antara keduanya, tanpa dilandasi pamrih dan kepentingan tertentu, merupakan prinsip yang lain.
Teman baru memang menawarkan hal-hal, pengalaman dan wawasan baru. Namun, teman lama bukanlah untuk dimuseumkan. Teman lama penting untuk melepas kepenatan dan kejenuhan bergaul dengan teman baru yang berpola pikir serupa. Ibarat mesin, pikiran dan pergaulan juga butuh penyegaran. Penyegaran oleh teman lama memang berbuah romantisme nostalgia perjalanan yang dilakoni bersama. Memang, terlalu lama terjebak dalam romantisme teman lama bisa menyeret seseorang pada stagnasi dan kejumudan kehidupan. Maka dari itu, kita harus pandai meletakkan proporsi yang wajar dalam kehidupan interaksi antar manusia yang kita miliki.
13 Januari 2006

0 Comments:
Post a Comment
<< Home