LUQMAN

Saturday, January 14, 2006

KEKUATAN JARINGAN

Jaringan sering dimaknai sebagai salah satu kelebihan yang dimiliki oleh seseorang maupun organisasi. Kemampuannya membangun jaringan dimana terjalin hubungan konunikasi bahkan kerja sama dengan individu atau organisasi lain dalam suatu tujuan tertentu. Kekuatan jaringan yang dimilikinya menentukan pula efektifitas kompetensi internal yang telah dimiliki oleh individu/ organisasi tersebut.

Dalam kaitannya dengan individu, jaringan merupakan kemampuan menjalin silaturahim dengan banyak orang. Kedewasaan seseorang juga diukur manakala individu tersebut mampu membuat jaringan dengan rentang usia dan profesi relatif beragam. Di sini akan tampak kemampuan dalam berkomunikasi dengan berbagai jenis manusia tersebut. Tujuan individu akan lebih mudah tercapai dengan usaha yang tidak melelahkan , dalam hal ini efektifitas dan efisiensi kerja seseorang akan tercapai.

Jikalau hendak mengambil contoh, maka beberapa waktu lalu, ada novel fiksi yang cukup menuai sukses di pasar. Sang penulis merupakan karyawan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang cukup mapan. Dalam arti, karya tulis ini dikerjakan oleh orang yang telah mapan hidupnya dan hidup dalam rutinitas kerja. Isi dari novel tersebut memang menggugah semangat perlawanan terhadap logika umum dan kapitalisme secara global dalam wujud konkret dan konteks lokal. Yang menarik, dari tinjauan kaidah linguistik masih ditemukan banyak cacat pada karya ini. Namun, karya tulis ini tetap laris di pasaran. Ternyata, kekuatan daya jual karya ini adalah kemampuan penulis untuk menerjemahkan idealisme yang dimilikinya dalam bentuk bahasa populer.

Di samping itu, sang penulis berhasil untuk memanfaatkan jaringan yang dimiliki untuk melakukan promosi dan distribusi karyanya. Perspektif luas yang digunakan oleh penulis ini pun menempatkan sejumlah tokoh ternama independen untuk turut memberikan setoreh catatan sebagai media pemikat buku di halaman belakang sampul, seperti layaknya sejumlah buku lainnya. Kelemahan dari segi linguistik yang dipastikan menuai sejumlah kritik mampu ditutupi oleh kekuatan jaringan yang dimiliki, di samping profesionalitas kerja yang dibawa dari pekerjaannya sebagai karyawan BUMN tersebut.

Dalam konteks organisasi, maka ketika organisasi mampu menjalin hubungan dengan sejumlah alumni, tokoh, organisasi lain, pemerintah, maka organisasi tersebut mempunyai nilai tambah bagi perjalanannya. Hubungan dengan sejumlah alumni organisasi tersebut akan memudahkan organisasi dalam keberlangungan hidupnya apalagi terkait dengan masalah finansial. Dukungan lainnya yakni berupa jaringan dari alumni yang akan turut memperkuat jaringan yang telah dimiliki organisasi.

Jaringan dengan sejumlah tokoh baik itu di masyarakat, media, dan nasional akan memperluas cakrawala dan pola pikir anggota organisasi. Sejumlah tokoh akan memberikan dukungan finansial, yang bila dibandingkan biasanya tidak seberapa besar bila dibandingkan dukungan finansial dari alumni.

Hubungan dengan organisasi lain dan pemerintah juga perlu dibangun dalam rangka melakukan konsolidasi dan mempermudah pencapaian tujuan organisasi. Tujuan antar organisasi satu dengan yang lainnya biasanya tidak jauh berbeda, namun hanya karena sekat organisasilah yang kerap menjadikan komunikasi antar organisasi tidak berjalan lancar. Seakan sudah menjadi hal yang umum, bahwa organisasi berjalan sendiri-sendiri dengan arah dan tujuannya masing-masing.

Dari sejumlah penjabaran di atas, kita jadi mengetahui sedikit manfaat yang dapat diperoleh dari kekuatan jaringan yang dapat kita bangun. Yang jelas, kita tidak dapat berjuang dan bergerak sendiri, karena hanya akan menimbulkan kekonyolan pada kerja yang kita lakukan.


14 Januari 2006

0 Comments:

Post a Comment

<< Home